
Pengembangan
Warcraft III adalah permainan ketiga dalam serial Warcraft yang dikembangkan oleh Blizzard Entertainment. Seperti Warcraft II, Blizzard memasukan "world editor" yang memperbolehkan pemain membuat skenario buatan (custom scenario) atau "map" (peta) untuk permainan, yang dapat dimainkan online dengan pemain lain melalui Local Area Network yang berkoneksi Virtual Private Network ataupun melalui Battle.net.[3] Skenario buatan tersebut dapat berupa pembuatan/perubahan terrain, yang dapat dimainkan seperti permainan Warcraft biasa, atau skenario yang baru dengan tujuan, unit, barang dan peristiwa yang berbeda;[3] Defense of the Ancients adalah salah satunya. Permainan ini dibuat oleh pembuat map (mapmaker) yang bernama Eul. Defense of the Ancients adalah skenario buatan yang berdasarkan skenario dalam permainan StarCraft yang dikenal sebagai "Aeon of Strife",[4] dan lebih dikenal dari variasi DotA lainnya..[5] Setelah dirilisnya versi ekspansi Warcraft III: The Frozen Throne yang menambah beberapa fitur baru dalam World Editor, Eul tidak melanjutkan skenario tersebut.[2] Berbagai jenis DotA dibuat berdasarkan versi awal, tetapi Allstars adalah versi yang menjadikan Defense of the Ancients populer; skenario ini dikembangkan oleh pembuat map dengan nama Guinsoo. Setelah versi 6.x, pembuat map lainnya dengan nama IceFrog mengambil alih pengembangan skenario.[2] IceFrog memperbaiki bug dan menambah fitur-fitur baru. Setiap versi yang dirilis disertai dengan changelog.[6] Permainan ini mendapat dukungan kuat dari komunitas melalui forum resmi. Pengguna dapat memasukan ide hero atau barang baru, beberapa akan ditambah kedalam map.[7] Pemain telah mengontribusikan ikon dan deskripsi hero serta membuat karya seni yang ditampilkan ketika map sedang loading, dan usulan untuk perubahan hero atau benda yang ada ditanggapi dengan serius; IceFrog pernah merubah hero baru dalam waktu kurang dari dua minggu setelah versi baru map dirilis.[8][9][10][11][12] Versi skenario dimana hero musuh dijalankan oleh artificial intelligences (AI) juga telah dirilis.
[sunting] Permainan
Permainan ini terbagi menjadi 2 kelompok yang saling bertempur, yaitu Sentinel dan Scourge. Pemain tim Sentinel memiliki markas yang terletak di pojok kiri bawah, sementara pemain tim Scourge berbasis di pojok kanan atas map. Masing-masing markas dilindungi oleh tower (menara) dan gelombang unit-unit yang menjaga jalur menuju markas mereka. Di pusat markas kedua tim, terdapat "Ancient", yaitu sebuah bangunan yang harus dipertahankan oleh masing-masing tim. Bila Ancient salah satu tim dihancurkan, maka tim itu dinyatakan kalah dan permainan berakhir.
Setiap pemain mengontrol unit yang disebut Hero, sebuah unit kuat dengan berbagai kemampuan yang unik. Dalam Allstars, total Hero yang dapat dipilih mencapai 95 Hero, dan masing-masing memiliki kemampuan, taktik, kelebihan dan kekurangan yang unik dan berbeda satu sama lainnya. Kerjasama tim adalah prioritas utama untuk membawa kemenangan; satu pemain yang sendirian sulit untuk membawa tim menang.Meskipun demikian, ada beberapa Hero yang—bila dimainkan dengan baik dan diberikan cukup banyak waktu untuk meningkatkan level—dapat mengubah jalannya permainan secara signifikan sendirian. Defense of the Ancients dapat dimainkan oleh sepuluh pemain dalam bentuk lima lawan lima dan tambahan dua tempat untuk juri dan pengamat.[2]
Karena permainan ini bergantung pada memperkuat hero individual, tidak diperlukan manajemen sumber daya dan bangunan seperti dalam permainan bergenre real-time strategy.Membunuh unit yang dikontrol komputer memberikan pemain experience points; jika experience cukup, pemain dapat mendapatkan level. Naik level menambah ketangguhan hero dan besar damage yang dapat diberikan, dan memperbolehkan pemain meningkatkan kemampuan mereka. Selain mendapat experience, pemain juga mendapatkan sebuah sumber daya: emas. Cara pengumpulan sumber daya dalam Warcraft III diganti dengan sistem mendapatkan uang melalui membunuh musuh. Hero mendapatkan emas dengan membunuh unit, bangunan dan hero musuh.Dengan menggunakan emas, pemain dapat membeli barang untuk memperkuat hero mereka dan mendapatkan kemampuan. Beberapa barang dapat digabungkan dengan resep untuk membuat barang yang lebih kuat. Membeli barang yang cocok untuk suatu hero adalah taktik yang penting dalam permainan ini.
Allstars menawarkan berbagai jenis permainan yang dapat dipilih oleh host (pembuat) permainan pada awal permainan. Jenis permainan menentukan tingkat kesulitan skenario. Jenis-jenis permainan dapat digabungkan (misalnya, tingkat kesulitan mudah dan pemilihan hero yang acak), sehingga menampilkan lebih banyak pilihan.Items
Aegis of the Immortal - Tameng yang menurut legenda dulu digunakan oleh Zeus, Dewa Yunani.
Aghanim's Scepter - Aghanim adalah nama boss terakhir di beberapa game Zelda.
Buriza-Do Kanyon - Item dari game Diablo II.
Dagon - Dewa Semitic.
Eul's Scepter of Divinity - Sebagai penghormatan kepada pembuat DotA yang pertama kali (Eul). Sedangkan Guinsoo's Scythe of Vyse mengikuti tradisi ini dan merupakan item untuk mengenang perintis map DotA Allstars (Guinsoo).
Eye of Skadi - Skadi adalah istri dari Van god Njord dalam mitology Norse. Dia adalah dewi salju, dan untuk menghormatinya, item ini membuat hero dapat memperlambat gerakan musuh pada setiap serangannya (Frost Attack).
Lothar's Edge - Sebagai penghormatan kepada Sir Anduin Lothar, Ksatria dari Azeroth yang memenangkan "First War" (dalam Warcraft & Warcraft II).
Necronomicon - Buku fiksi tentang sihir yang ditulis oleh H. P. Lovecraft.
Nethrezim Buckler - Nathrezim atau Dreadlords adalah salah satu ras dalam lingkup game Warcraft.
Stygian Desolator - Senjata dari game Anarchy Online.
Heart of Tarrasque - Mahluk mistik yang menyerupai naga, singa, dan kalajengking. Juga merupakan salah satu boss dari game Starcraft.
Yasha - Sejenis setan dalam mitologi Indian.
Heroes
Akasha - Salah satu dari 5 element dari kepercayaan Hindu. Juga merupakan nama karakter Queen of the Damned dari buku yang ditulis oleh Anne Rice.
Atropos - Salah satu dari 3 takdir dalam mitologi Yunani, yang menurut legenda berarti "memotong benang kehidupan". Hal ini diwakili dalam game dengan ultimate Fiend's Grip yang akan menguras darah musuhnya.
Azwraith - Hero ini menggunakan model/icon berdasarkan dari karakter Kimhari dalam game Final Fantasy.
Furion - Pemimpin dari Night Elves yang menguasai alam dari game Warcraft III.
Bradwarden - Karakter centaur dari buku The Demon Awaken yang ditulis oleh R.A. Salvatore.
Juggernaut - Ultimate hero ini merupakan turunan dari omnislashnya Cloud Strife dalam game Final Fantasy VII.
Lina Inverse - Nama karakternya berasal dari Slayers, sebuah manga dan anime yang cukup terkenal.
Kel'Thuzad - Murid dari Lich King dari game Warcraft III.
King Leoric - Namanya berasal dari karakter di Diablo yang anaknya dirasuki setan.
Krobelus - Karakter dalam game Summoner 2.
Leviathan - Hero yang keliatan seperti raksasa laut. Namanya berasal dari mahluk laut yang cukup melegenda.
Lucifer - Malaikat yang jatuh dalam dosa (setan) dalam tradisi Kristiani.
Leshrac (the Malicious) - Karakter dalam game Magic the Gathering.
Magnus - Seorang fisikawan German, Heinrich Magnus, yang menulis tentang fenomena efek Magnus. Sedangkan hero ini memiliki ultimate Reverse Polarity yang mirip dengan apa yang terjadi dalam efek Magnus.
Medusa - Monster dalam mitologi Yunani yang pandangannya dapat merubah orang menjadi batu. Hal ini diwakili dalam game dengan ultimate Purge yang dapat sangat memperlambat gerakan musuhnya, meskipun tidak sampai merubah mereka menjadi batu.
Morphling - Shapeshifter dari game Wizards of the Coast's Magic the Gathering, yang juga ahli dalam merubah-rubah statsnya.
Naga Siren - Merupakan mahluk dari mitologi Yunani, dimana siren (setengah manusia, setengah mahluk laut) mempengaruhi para pelaut agar datang ke pulau mereka. Dalam game, ultimate hero ini, Song of the Siren menyebabkan sekelompok musuh tidur selama beberapa waktu.
Rikimaru - Ninja dalam game Tenchu: The Stealth Assassins.
Zeus - Dewa petir dan juga pemimpin para dewa dalam mitologi Yunani.



